Semakin Dekat dengan Kiamat


Benarlah kiranya bahwa kiamat sudah amat dekat. Selalu ada pertanda dari-Nya seolah memberi tahu bahwa akan datang hari yang kita tidak tahu.
Kemarin,Hari ini dan Pastinya Besok aku melihat Al-Quds diduduki Israel. Jujur, aku tidak pernah benar-benar menyimak informasi pada media cetak atau elektronik tentang perang Israel-Palestina. Aku tidak kuat.Entah apakah aku akan marah-marah atau aku akan meneteskan air mata. Selalu begitu. Ada mual, dan pastinya muak.
Kiamat memang sudah sedemikian dekat sampai-sampai Israel terlaknat berani ‘parkir’ mendekat.
Sudah terlalu lama perang itu berlangsung. Sudah berganti tiga, empat, bahkan mungkin lima generasi. Namun sampai saat ini, adakah perubahan yang berarti?
Mungkin bangsa Palestina adalah bangsa yang paling tabah di seluruh dunia. Lihatlah tangan-tangan kurus remajanya kuat sekali melempari tentara Israel (yang dengan pengecutnya berlindung di balik tameng)dengan batu untuk melindungi kehormatan masjid sucinya.
Selalu ada yang berdesir saat mendengar takbir yang keluar dari mulut mereka. Takbir yang tidak pernah lepas dari bibir. Takbir yang menjadikan mereka kuat dan memompa semangat mereka melesat pesat.
Pada 2005, aku berkesempatan menunaikan ibadah umrah bersama keluarga. Pada penghujung perjalanan, di Jeddah, aku menginap di hotel yang sama dengan para peserta kompetisi basket liga arab. Ada kejadian yang membuatku merinding. Kami bertemu dengan tim basket dari Palestina (karena di punggungnya bertuliskan Palestine) yang terdiri dari seumlah pemain dan seorang berkemeja rapi yang kuduga adalah coach-nya. Sang coach berseru memanggil nama salah seorang dari tim pemain dan saat pemuda yang diseru itu menoleh; coach tersebut mengepalkan tangan dan berseru ,”Allahuakbar”. Sang pemain pun menyahuti dengan seruan yang sama, “Allahuakbar”.
Mereka ‘hanya’ bermain basket. Namun takbir itu selalu dibawa-bawa. Tidak seperti kebanyakan kita (termasuk aku sendiri) yang meninggalkan takbir di ruang musholla.
Menyaksikan kejadian itu, aku semakin percaya bahwa bangsa Palestina merupakan bangsa yang sangat dekat dengan Tuhannya (tanpa menafikkan kemungkinan deviasi di antara mereka…). Kedekatan itu tidak luntur, tidak lekang oleh waktu, dan diteruskan dari generasi ke generasi. Aku mungkin termasuk salah seorang yang percaya bahwa keimanan dan kedekatan dengan Ilahi tidak diturunkan secara genetis;melainkan sesuatu yang dibagi dan dipelajari. Dan bangsa Palestina, memegang teguh ‘pelajaran’ keimanan tersebut.
Beberapa orang akan memandangku ‘ragu’ dan menampilkan bahasa non verbal seolah-seolah membicarakan Palestina-Israel adalah topik yang berat, tabu dan ekstrim. Sebagian lagi berpikir bahwa ‘buat apa susah-susah memikirkan mereka -yang temen bukan sodara apalagi?’. Walaupun ada juga yang menaruh minat besar tentang konflik berkepanjangan ini.
Aku tidak bermaksud menjadi ekstrim atau apapun. Allah sudah menggariskan (dan karena aku seorang muslim, maka aku beriman pada-Nya), bahwa perang besar antara Muslim melawan kaum Zionis itu akan terjadi di penghujung zaman. Ketika perang itu sudah terjadi; ketika batu dan pohon-pohon sudah ‘bicara’; tinggal tunggu waktunya kapan Allah mengakhiri umur dunia.
Mengingat perang ini semakin menjadi-jadi. Dan negara-negara Arab itu sakit ‘buta-tuli-nya sudah akut sekali sehingga tidak tahu saudaranya sedang ditindas begitu rupa; malahan Indonesia, negara sengsara nun jauh di seberang samudera yang selalu membela Palestina.
Semua itu mengukuhkan pemikiranku bahwa kiamat sudah amat sangat dekat…
Dan kita masih saja petentang petenteng tolak pinggang, gaya sana-sini. Padahal, siapalah kita di tengah semesta dan jagad raya nan mempesona ini? Tidak ada barang 1 pixel pun, lebih dari itu kita hanyalah debu maha hina di hamparan semesta-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s