Secangkir Cinta


Ada cinta pada secangkir cokelat hangat.

Saat mentari bersembuyi di balik lembayung senja.

Ada cinta pada secangkir kopi pahit.

Saat Mikail menghembuskan dingin menggigit.

Ada cinta pada secangkit teh pekat.

Merengkuh hati, merangkul pundak yang letih.

 

Secangkir saja.

***

Sepasang cangkir putih sengaja aku pilih. Agar ia mencatat banyak memori pada tepi-tepinya.

Mungkin teralu sederhana bagi hidup yang penuh makna.

Mungkin terlalu naif bagi sepasang insan yang arif.

Semoga Allah selalu mencurahkan cinta-Nya dalam secangkir pernikahan yang bahagia. Selalu dan selamanya.

 

🙂

-Shinta dan Reiza-

Secangkir Cinta

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s