Kutinggalkan di Suatu Pagi


Kukira aku sudah meninggalkanmu di suatu pagi

Nyatanya, kamu masih hilir mudik di sini

Apa yang hendak kamu katakan?

Aku-kah yang menghadirkanmu pagi ini, malam tadi, dan sore kemarin?

Aku sudah menghembuskan ta’awudz panjang-panjang

Tak jua kamu beranjak pulang

Aku sudah merapalkan istighfar berulangkali

Dan tetap saja aku melihatmu berdiri. Sendiri.

Bulu kudukku meremang, ngeri, setiap kali

Bak melihat kuntilanak berwajah pucat pasi

Kukira aku sudah meninggalkanmu di suatu pagi

Namun nyatanya kamu masih saja hilir mudik tak karuan

Mengatakan untuk berhenti memanggil-manggil nama-mu…

Tapi kamu, kamu yang membawa mimpi-mimpiku pergi.

Maka bagaimanakah aku akan melepaskan,

aku tersesat melayang-layang

sebab peta hidupku kau bawa pulang…

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s