Gurihnya Alpukat yang Kaya Manfaat


Kita biasa menemukan alpukat dalam olahan minuman seperti dalam jus atau es buah. Bayangan rasa gurih manis jus alpukat dingin bercampur dengan susu kental manis cokelat pasti menggoda siapapun, terutama pada hari-hari panas terik di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Masyarakat barat dan Amerika latin biasa menggunakan alpukat dalam olahan makanan mereka. Mulai dari hanya sekedar garnis alias pemanis sajian, pelengkap hidangan daging dan sayur, sebagai salad, sampai olesan sandwich.

Persea americana mill, alias alpukat memiliki segudang alasan untuk disukai. Teksturnya yang lembut, rasanya yang ‘buttery’ dan gurih sedikit manis menjadikan alpukat dikonsumsi banyak orang di berbagai belahan dunia. Bukan hanya itu, alpukat yang juga disebut dengan alligator pear (atau pir buaya dalam terjemahan ngasalnya :p) dikaruniai Allah dengan begitu banyak kebaikan padanya.

Satu buah alpukat seberat 115 gram mengandung 200 kalori, yang 85 persennya berasal dari lemak. Sepintas memang agak menakutkan apalagi bagi kita yang sedang berusaha menurunkan berat badan sehingga banyak yang memasukkan Alpukat menjadi salah satu buah yang dipantang dalam diet.

Seperti sudah saya sebutkan di atas, Allah memberikan kebaikan yang banyak dalam alpukat, dan seandainya kita tahu niscaya merasa rugi mengeluarkan alpukat dari daftar makanan kita.

Lemak yang terkandung dalam buah yang tumbuh baik di dataran tinggi ini adalah lemak tak jenuh, atau monosaturated fat. Lemak tak jenuh dibutuhkan dalam jumlah banyak oleh tubuh kita yang berguna untuk menaikkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolesterol buruk. Kolesterol baik dalam tubuh kita harus senantiasa dijaga di angka yang tinggi untuk menjaga kesehatan, guna mencegah penyempitan pembuluh darah oleh lemak yang merupakan penyebab penyakit jantung dan stroke. Singkat kata, alpukat dapat mencegah penyakit jantung, hiper tensi, dan stroke.

Alpukat juga mengandung gluthation yang tinggi, yaitu antioksidan yang berfungsi untuk mencegah tumbuhnya sel kanker. Bahkan penelitian mengenai alpukat dalam hubungannya dengan kanker sedang dikembangkan lebih lanjut, sebab diduga alpukat dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Dunia medis menyebut bahwa kanker adalah penyakit ‘takdir’ yang sudah terbawa dalam gen kita. Oleh karenanya, bagi kita yang menemukan adanya riwayat kanker dalam keluarga, alpukat adalah pilihan makanan yang tepat.

Bertolak belakang dengan kalorinya yang tinggi dan biasa dihindari oleh penderita diabetes, alpukat justru baik dikonsumsi bagi para diabetesi. Alpukat sangat mudah dicerna, mengandung hanya sedikit gula dan walaupun kalorinya tinggi, kadar karbohidratnya sangat rendah. Belum lagi proteinnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan buah lainnya. Kandungan alpukat juga diketahui sangat mirip dengan cairan insulin yang dibutuhkan penderita diabetes.

Masih banyak kandungan nutrisi lain yang dimiliki alpukat. Buah yang banyak tumbuh di Amerika Latin ini kaya akan potassium, zat karoten terutama beta-karoten, vitamin c, vitamin a, vitamin e dan b 6, magnesium dan zat besi.

Selain itu, minyak alpukat juga sangat bermanfaat bagi kecantikan. Ia dapat digunakan sebagai masker dalam bentuk minyak atau dengan cara dihaluskan dan dicampur dengan sedikit minyak zaitun. Kombinasi tersebut dipercaya dapat menghaluskan kulit yang kering.

Oh iya, ada lagi satu manfaat alpukat. Seringkali kita menderita ketika sakit gigi menyerang dan dokter gigi tidak bisa berbuat apa-apa sebelum nyerinya hilang. Alih-alih ke dokter gigi dan mendapatkan antibiotik pereda nyeri, tumbuk atau iris biji alpukat menjadi potongan kecil atau sampai halus, lalu letakkan pada gigi yang berlubang dan diganti sebanyak dua kali sehari. InsyaAllah nyeri gigi kita dapat diredakan sementara waktu sehingga kita merasa lebih nyaman dan lebih cepat mendapatkan tindakan selanjutnya dari dokter gigi.

Nah, lupakan sejenak kalorinya yang tinggi. Nikmati lezatnya alpukat, dan dapatkan segudang manfaatnya.

Sumber:
Tanaman Obat Penyembuh Ajaib, Herminia de Guzman Ladion, Indonesia Publishing House, 1988

Reader’s Digest, Food that Harms Food that Heals: An a-z Guide to Safe and Healthy Eating, 2004

Ensiklopedia Indonesia, Ichtiar Baru-Van Hoeve dan Elsevier Publishing House, 1980

http://www.whfoods.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s