Cerita 21 Hari


Hari ini ditengahi dengan tangisan. Saya memang ekstra sensitif, kalau di kepolisian mungkin namanya Unit Reaksi Cepat, jadi kalau ada apa-apa dikit langsung cepat bereaksi. Termasuk membaca buku yang sudah lumayan lama nangkring di rak buku saya.

Judulnya, “Ya Allah, beri aku satu saja” Tutur Jujur Para Pendamba Momongan. Dan sukses! Baru cerita ketiga air mata saya sudah kececeran. Rasanya seperti membuka luka lama. Sudah sebulan lebih rasanya, dari saat saya fokus mengurus kepergian ke Tanah Suci, saya tidak memikirkan urusan anak. Pikiran saya sudah sedikit plong, tidak lagi ingin mencegah datangnya “bulan”. Ya sudah, “bulan” yang mau datang biar datang karena memang sudah waktunya.

Ada yang sudah 10 tahun tanpa anak, dan akhirnya bercerai dengan suami. Ada yang masih terus menanti, dan ada pula yang berakhir indah. Ah… Itulah Allah dan apa yang IA kehendaki pada hamba-hamba-Nya. Tapi membaca kisah mereka tak urung membuat saya mengingat kembali, empat tahun yang berlalu tanpa adanya tangis bayi.

Tapi saya kan sudah move on.

Saya ingat kata-kata ustadzah saya, “nikah itu yang dicari berkahnya…sebagaimana do’a yang diajarkan Rasulullah SAW, ‘barakallahumma wa baraka alaikuma wa jamaa bainakuma fii khair'” (kalau lupa tanya Maher Zain ya…)

Di doa itu, lanjut ustadzah kita mendoakan pengantin agar senantiasa diberkahi oleh Allah, baik keduanya maupun “apa yang dikumpulkan” di antara keduanya. “Apa yang dikumpulkan” ini kan beragam. Anak, sudah pasti salah satunya, harta, ilmu, perilaku dan budaya yang tercipta sebagai hasil interaksi antara dua insan. Hendaknya, kiranya, semua, apapun yang dikumpulkan selalu dalam kebaikan yang banyak. Ya, kebaikan yang banyak, seperti makna “berkah” itu sendiri…

Jadi, alih-alih momongan, pernikahan sejatinya mencari kebaikan dalam setiap sendinya. Apabila Allah menghendaki adanya momongan di tengah-tengah pasangan, apakah satu, dua, atau selusin bahkan mungkin lebih, agar semuanya juga terjaga dalam kebaikan sebagai hasil orang tua yang menjaga kebaikan dalam tiap sudut pernikahannya.

*hela nafas*

Dan semoga Allah menguatkan saya selalu, melapangkan seluasnya, hati saya yang rapuh ini, agar bisa menjadi ibu yang kuat bagi anak-anak saya kelak, jika Allah menghendaki demikian; pun jika tidak Allah kehendaki anak-anak itu lahir dari rahim saya.

Amiin ya Rabbal ‘Alamiin…

Gambarย 

4 thoughts on “Cerita 21 Hari

  1. suka banget sama tulisannya. soalnya saya termasuk yang sedang menunggu si “Satu Saja …” itu.๐Ÿ˜€
    memang semuanya akan terasa lebih indah kalau kita sudah berpasrah.๐Ÿ™‚

    *saya yang sedang menyambangi blog Chibi ternyata tersangkut sampai di sini. :D*

  2. Assalamu’alaikum Mbak Shinta, semoga keberkahan Allah selalu dilimpahkan kepada Mbak sekeluarga. Amin.

    Terima kasih Mbak sudah mereview buku “Ya Allah, Beri Aku Satu Saja…”, saya adalah salah satu penulis dalam buku itu meski yang saya tuliskan bukan kisah pribadi, melainkan kisah salah satu pasien di klinik tempat saya dulu bekerja.

    Allah pasti akan memberikan apa yang kita butuhkan Mbak, bukan apa yang kita minta. Biarkan semua indah pada waktunya. Walaupun kadang tak urung menyesakkan dada.

    Tetap yakin bahwa doa-doa kita akan diijabah oleh Allah, dan juga tetap berusaha.๐Ÿ™‚

    Salam kenal

    Ragil Kuning

    • Waalaikumussalam. Amiiiiinnn…

      Saya yang terima kasih karena mbak sudah menulis cerita itu ^^, memotivasi pasangan yg mendamba keturunan untuk tidak pernah putus asa…

      dan terima kasih sudah mampir ke gubug saya (ehehe..)

      sampai sekarang saya belum bisa melanjutkan halaman, mbak. hehe.. tapi insyaAllah pasti saya selesaikan bukunya ^^

      Semoga keberkahan juga beserta mbak Ragil sekeluarga dan semua penulis dan kontributor buku “Ya Allah, Beri Aku Satu Saja”

      -Shinta-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s