Ramadhan untuk Rohingya


Kenal Aung San Suu Kyi? Saya piker sekalipun tidak tahu persis detailnya, kita semua setidaknya pernah mendengar namanya. Aung San Suu Kyi adalah seorang politisi wanita dari Burma, sebuah Negara di Asia Tenggara yang secara resmi bernama Myanmar. Aung San Suu Kyi adalah ikon demokrasi Myanmar, meneruskan jejak sang Ayah, Aung San yang disebut sebagai Bapak Burma Modern. Mengapa Aung San Suu Kyi bisa demikian terkenal? Karena cerita keluarganya yang dramatis dan perjuangannya menegakkan demokrasi di Burma, hingga ia terpenjara dalam status tahanan rumah selama bertahun-tahun lamanya.

 

Nah, sekarang bagaimana dengan Rohingya? Apakah Anda mengenal Rohingya? Saya tidak heran jika lebih banyak dari kita yang menggelengkan kepala daripada yang menganggukkannya. Percaya atau tidak, pertama kali saya mengenal nama Muslim Rohingya adalah dari kumpulan epic (kalau tidak salah) yang ditulis oleh Helvy Tiana Rosa semasa SMA. Apa kisahnya?

 

Jujur, saya sudah lupa-lupa ingat. Bukunya pun sepertinya sudah saya wariskan pada anak sepupu saya. Kalau tidak salah, cerita pendek itu mengisahkan tentang seorang pemuda Indonesia yang mengalami kecelakaan pesawat dan jatuh di tengah belantara Myanmar, lalu diselamatkan oleh orang-orang Rohingya. Si pemuda ini adalah seorang jurnalis. Dari situlah ia mengetahui kenyataan pahit etnis Muslim Rohingya yang teraniaya oleh pemerintah Myanmar dan orang-orang Buddha Rakhine. Bukankah orang-orang Buddha adalah orang-orang baik hati dan cinta damai? Untuk menjawab  pertanyaan itu, baiknyalah saya mengajukan pertanyaan lain, bukankah selalu ada orang-orang jahat sebagai penyeinbang kehidupan yang bersisian dengan orang-orang baik? Inilah yang dikisahkan Helvy, yang masih bisa saya ingat. Ia mencoba objektif dengan mengisahkan bahwa orang-orang Muslim Rohingya bersahabat dengan seorang Bhiksu yang sangat baik hati dan tidak sejalan dengan pemerintah dan orang-orang Rakhine.

 

Cerita di atas mungkin fiksi. Tidak usah kaget apabila kenyataannya lebih menyakitkan dari apa yang bisa dikisahkan penulis hebat seperti Helvy. Etnis Muslim Rohingya adalah penduduk minoritas di daerah Arakan, salah satu wilayah di Myanmar. Sejarawan Rohingya menyebutkan bahwa sejarah etnis Rohingya tidak dapat dipisahkan dari Arakan dan bahwa mereka sudah berabad-abad lamanya menempati Arakan. Namun demikian, keberadaan etnis Muslim Rohingya tidak diakui oleh pemerintah Myanmar. Penduduk mayoritas, etnis Rakhine yang beragama Buddha menyebut mereka dengan “Teoris Bengali”, Presiden Myanmar sendiri,  bahkan menyebut Muslim Rohingya dengan “as ugly as ogres” dan menyatakan bahwa Muslim Rohingya bukanlah bagian dari Myanmar.  

 

Secara fisik, Muslim Rohingya memang tidak menunjukkan adanya kesamaan dengan  penduduk Myanmar pada umumnya. Karena Arakan berbatasan dengan Bangladesh, Muslim Rohingya memang serupa dengan orang-orang Bangladesh. Kulit gelap, hidung mancung dan mata yang “dalam”.  Hal ini, menurut pendapat saya yang bodoh ini justru menguatkan teori tentang keberadaan Muslim Rohingya yang sudah lama berada di Arakan. Karena berbatasan dengan Bangladesh, mustahil rasanya di masa lalu tidak pernah ada pelayaran orang-orang Bangla, apakah itu untuk penaklukan, persahabatan ataupun perdagangan ke daerah Arakan. Jadi teori keberadaan etnis Muslim Rohingya yang sudah ada berabad-abad di Arakan, sekali lagi ini menurut pemikiran cetek saya, sangat kuat.

Lalu, tahukah Anda, bahwa etnis Muslim Rohingya, menurut PBB adalah kelompok minoritas paling teraniaya di seluruh dunia? Ya, yang paling teraniaya di seluruh dunia adalah etnis Muslim, saudara-saudara. Lalu siapa di dunia ini yang paling tertuduh sebagai pembuat makar? Muslim juga. Lucu bukan?

 

Orang-orang Muslim Rohingya dilabeli dengan “Teroris Bengali”, tapi mereka yang memberikan label itulah yang meneror Muslim Rohingya.  Montrealgazette.com merilis bahwa enam minggu setelah pemerintah Myanmar menyatakan kondisi siaga di Arakan, kekerasan terhadap Muslim Rohingya meningkat. Mereka menjadi target serangan dari etnis Rakhine, seperti pembunuhan, perkosaan, dan bentuk siksaan fisik.  Masih dari montrealgazette.com, Benjamin Zawacki,  peneliti sekaligus perwakilan untuk Amnesti Internasional mengatakan bahwa serangan lebih banyak terjadi satu arah dalam enam minggu ini, yang ditujukan kepada Muslim, dan lebih spesifik lagi kepada orang-orang Rohingya.

 

Apa yang dikatakan Presiden Myanmar mengenai hal ini? Menurutnya, solusi dari keberadaan etnis  Rohingya adalah mengirim mereka ke Negara dunia ketiga (?!) atau menyerahkan mereka di bawah agen UNHCR.  

 

Apakah ini semua bukan penghinaan terhadap kemanusiaan? Dimana suara Amerika, sang penegak keadilan dunia dalam  hal ini? Dimana peran ASEAN? Dimana suara Indonesia, sebagai Negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia?  Dimana partai keluarga sakinah yang katanya jujur bersih dan professional yang dulu gencar menyuarakan aspirasi ummat Islam? (mungkin sibuk kasak kusuk untuk pilkada putaran kedua)

 

Masalah rumah ibadah saja di Indonesia (padahal itu juga dikasih alternative tempat ibadah), kita sudah mendapat label buruk dalam hal toleransi beragama. Lalu yang terjadi di Arakan itu apa namanya? Apa karena Muslim yang menjadi korbannya sehingga kita sendiri dibutakan, ditulikan dari penganiayaan terhadap saudara-saudara kita di Myanmar?

 

Apabila berunjuk rasa di depan kedutaan Myanmar dipandang terlalu ekstrim  oleh media (seperti berita jakartaglobe tentang aksi FPI dan JAT menentang kekerasan Muslim Rohingya beberapa waktu lalu), maka setidaknya kita bisa merogoh sedikit kocek kita, untuk disalurkan kepada saudara-saudara kita, Muslim Rohingya. Mereka tidak jauh dari kita, lebih dekat dari rakyat Gaza dan rakyat Somalia. Juga lebih dekat dari Yaman dan Suriah. Bayangkan bagaimana rasanya menjadi orang-orang Rohingya, berpuasa dalam keadaan takut? Bukankah sudah semestinya ummat Islam di seluruh belahan dunia menyambutnya dengan suka cita dan hati gembira?

 

Saya bukan pekerja ACT (Aksi Cepat Tanggap), saya juga tidak mendapat apa-apa dari pesan yang saya sampaikan ini. Sore tadi saya sempat “tweet” ACT, menanyakan nomor rekening untuk aksi peduli Rohingya, dan dibalas sebagai berikut: #Care4Rohingya : BSM 1010000999 Permata Syariah 0970613048 BCA 6760300860 Mandiri 1280004793136 an aksicepattanggap. Semoga setiap rupiah yang kita salurkan, terutama pada bulan Ramadhan ini, akan dicatat sebagai amal kebaikan dan dilipatgandakan nilainya di sisi Allah, serta dibalas dengan yang jauh lebih baik dan banyak.

 

Oh iya, saya juga sama sekali tidak bermaksud mendiskreditkan agama tertentu apalagi memancing kebencian pada agama tertentu. Saya pribadi pun tidak menaruh kebencian pada agama tertentu. Karena saya sangat percaya, di belahan bumi manapun, dalam keanggotaan apapun baik itu agama, suku, apapun namanya; selalu ada kebaikan yang bersisian dengan kedengkian. Bukan karena Negara itu bernama Myanmar sehingga harus diperangi, atau penduduknya beragama Buddha sehingga harus dibenci. Tapi karena mereka telah melakukan penganiayaan dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Dan saya sebagai Muslim, meyakini bahwa Muslim itu bersaudara, tanpa ikatan geografis dan bangsa; dan sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu saudara-saudara Muslim saya, Muslim Rohingya.

 

 

Wallahu A’lam bisshawwab… 

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Rohingya_people

http://en.wikipedia.org/wiki/Rakhine_State

http://asiapacific.anu.edu.au/newmandala/2009/02/14/rohingya/

http://www.montrealgazette.com/news/Amnesty+International+Myanmars+Muslim+Rohingyas+being+targeted/6962262/story.html-http://en.wikipedia.org/wiki/Aung_San_Suu_Kyi-

http://www.washingtonpost.com/world/asia_pacific/amnesty-international-myanmars-muslim-rohingyas-being-targeted-as-violence-continues-in-west/2012/07/20/gJQANRCJxW_story.html

http://news.bbc.co.uk/2/hi/7013943.stm

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s