Cantik Berhijab? (Part 4 – Done!)


Kata Muslimah tentang Hijab-nya

Demi kelengkapan tulisan ini, saya melakukan semacam survey kecil-kecilan kepada beberapa orang Muslimah lintas profesi, berusia 20-an, berpendidikan sarjana ke atas, status ekonomi menengah sampai menengah ke atas, dan yang pasti berhijab dengan gaya dan keunikannya sendiri.

Makna Hijab menurut Ficca, 24 tahun, Pemilik usaha baju Muslimah di bawah label Iyala Gallery dan Kafika:

“Hijab buat Ficca itu identitas, pelindung, dan penjaga. Dengan Hijab, Ficca mudah dikenal sebagai Muslimah… Dengan hijab, ficca seperti dapet perlindungan, setidaknya lelaki menggodanya cuma dengan “assalamualaykum bu haji” masih positif juga ada doanya… Hijab juga menjaga Ficca, jadi sensor, setidaknya Ficca masih mikir kalo mw melakukan hal-hal tertentu. Dipikirin lagi, apa pantes muslimah berhijab melakukan hal kayak gini?! Jadi ngejagain akhlaqnya lebih gampang, Mungikn kalo ga berhijab, udah kacau kali kelakuan aku. Kalo ada yang bilang mau jilbabin hati dulu, mestinya ya berhijab dulu, nanti hatinya akan jadi baik seiring proses.

Saat ditanya tentang Hijab yang Ideal menurutnya:

“Hijab ideal ya yang seperti di Qur’an. Surat an-nur ayat 31 itu. Menutup dada, Dan ga cuma dipake saat keluar rumah aja. Kalo pas di rumah dan ada yang bukan mahram, harus tetep pake jilbab. Sekarang banyak yang pake jilbab tapi ga ngerti hukum syariatnya, tapi gapapa, mungkin berproses. Untuk pakaiannya juga sesuai dengan syariat, ga menampakkan bentuk tubuh, ga trawang. Boleh gaya dan fashionable selama masih sesuai aturan. ”

Opini Arni Susanti, 22 Tahun, Guru Matematika di SMU 1 Muhammadiyah Medan:

“Hijab itu simbol ketaqwaan dan kehormatan para muslimah…Tak sekedar pakaian penutup lahir tp juga bathin…Sayangnya sekarang makna hijab telah dipersempit hanya sebagai penutup rambut…Padahal cangkupan hijab itu luas…Selain itu hijab sendiri secara harfiah berarti batas nah seharusnya muslimah yang memakai hijab mampu membatasi dirinya baik lahir dan bathin dari segala hal yang tidak diridhoi Allah

Hijab yang ideal menurut Ibu Guru adalah:

“Nah hijab ideal itu seharusnya memenuhi kriteria yg Allah dan Rasul sampaikan. Longgar, Tidak transparan. Menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.. Berhijablah sewajarnya tidak berlebihan menggunakan.aksesoris agar tak termasuk katagori tabaruj (berhias, pen.). Tidak menyerupai pakaian lelaki dan yg terpenting niatkan berhijab krn Allah

 

Adapun Chibi, 26 Tahun, seorang Blogger memutuskan untuk berhijab karena…

“Karena gw ga tau kapan gw mati. Bisa bsk, lusa, minggu depan. Makany gw pake jilbab. Gw bkn org yg baik, bkn org yg soleh. Tp seenggaknya kewajiban pake jilbab udh gw penuhi sblm mhadap Allah.”

Menurut pandangan perempuan yang menguasai 3 bahasa asing ini, hijab yang ideal adalah

“Mnrt gw itu yg terlihat elegan n bersih. Ppaduan warnanya bagus. Jilbab yg kalo diliat org bikin org pengen pakai jilbab jg.”
Arsi Hanifa, 29 Tahun, Ibu dari Hika dan adiknya yang sedang bergerak kian kemari dalam perut sang Bunda; memulai hijabnya sejak usia dini karena lingkungan keluarganya yang religious seakan memaksanya untuk berhijab. Ketika menginjak kelas 2 SMA, pemahaman perempuan yang semasa kuliah aktif di Masjid Salman ini, mengenai hijab sesungguhnya baru mulai terbangun.

Mulai berhijab dg pemahaman bahwa ini adalah pemenuh kewajiban dan salah satu konsekuensi dari beriman dalam keislaman. Mulai muncul kebanggan dari dlm dii sendiri karena memilih bertahan dg hijab, sudah mulai bisa menciptakan image tampilan pribadi yg nyaman buat diri sendiri dalam keberhijaban (incl. Gaya berpakaian dan cara berkerudung). Dan demikianlah sampe sekarang. Meskipun tampilan ga selalu sama (mis. Fanatik dg gamis) tp udh punya pakem sendiri yg didasrkan sm norma yg diterima kaidah fiqih(setelah nikah mah karena bisa bebas nanya sama suami ttg sudut pdg “primitip” nya kaum adam jd itupun bisa dipake menentukan standar aurat, misal..baju ini ternyata ketipisan buat mata laki2 pdhl sblmnya ngerasa ud ckp tebel,dll).

Bagi seorang Yuliani, 27 Tahun, karyawan salah satu brand baju Muslim ternama di Indonesia, hijab adalah…

“Buat gw hijab is not the only things that cover your body up to toe but also should cover your attitude”

Berhijab untuk Meidina Rachma, 27 Tahun, reporter TV One adalah…

“Penutup aurat, pengingat diri jadi kalo mau apa-apa inget udah pake jilbab, motivasi buat jadi lebih baik…”

Awal memutuskan berhijab, yang terlintas di pikiran Meidina adalah…

“Awalnya karena nggak mau nanti mati dalam keadaan belum berjilbab…”

Frizki Yulianti, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 26 Tahun, Ibu dari seorang putri yang cantik mengisahkan  fase-fase dalam hidupnya ketika memulai berhijab. Fase pertama, ketika berhijab adalah sebuah kewajiban karena ia kuliah di institusi yang mewajibkan mahasiswinya berhijab.

“Meski aku punya ‘hak’ untuk melepas hiljab di luar kampus, namun lama-lama muncul rasa malu dan rasa risih kalo copot-pasang-copot-pasang. Hijab bagiku pada masa itu adalah obat malu. Malu diliat rambutnya, malu dilihat kulit tangannya, malu dilihat kulit kakinya, malu ketika kuliah kok pake pas pergi2 kok engga,” ujarnya.

Fase kedua dimulai ketika perempuan asal Bengkulu ini lulus kuliah dan merantau ke Jakarta, bertemu dengan orang-orang baru. Saat itu, bisa saja ia melepas hijabnya, akan tetapi satu hal yang membuatnya bertahan.

“Tapi ada satu momen yang bikin Anti finally memutuskan untuk tetap berhijab. Momen ketika baca Quran dibilang ‘pria baik hanya untuk wanita yang baik pula’. Anti mau punya pria yang baik, Shinta. Mau punya jodoh yang bisa mengimami. Salah satunya dengan menjadi wanita baik2 yang menjaga martabatnya, jadi salah satunya dengan tetap berhijab. Maka pada fase itu hijab bagiku sebagai salah satu sarana mencari jodoh yang terbaik untukku. Aneh ya, biasa cari jodoh ya rada ‘show off’ tp yang ini malah nutup2in. Hihi…

Adapun fase terakhir dan ia berharap berhijab selamanya adalah karena kenyamanan.

“Mungkin benar adanya bahwa tresno jalaran soko kulino. Sudah terbiasa berhijab kemudian disuruh lepas tentu aneh. Sudah nyaman begini ya sudah begini saja. Saat ini hijab adalah identitasku sebagai muslimah yang mencoba belajar terus agar menjadi muslimah yang sholeha. Jujur, kalo gaya hijabku konvensional. Namun jika ada yang cocok dengan model2 baru yang kira2 cocok denganku ya tak coba. Wong Islam itu Indah, jika dengan hijab ala hijabers menjadikan Islam lebih indah, why not?”

Bagaimana denganmu? Apa makna hijab untukmu? Sudahkah kamu menemukannya? Bila belum, jangan lelah mencarinya… Sebelum kedua tanganmu tidak bisa lagi memakainya, dan orang-oranglah yang harus memakaikannya untuk menutup auratmu dari sebentuk kain putih yang mereka sebut kafan….

5 thoughts on “Cantik Berhijab? (Part 4 – Done!)

  1. mb,bagus tulisanya:) btw bs mint contact numbernya mba Ficca, 24 tahun, Pemilik usaha baju Muslimah di bawah label Iyala Gallery dan Kafika?
    makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s