Detak-detik Akhir Tahun


Bukan saya banget, merayakan tahun baru Masehi dengan gegap gempita. Dan semoga seterusnya demikian. Terlepas dari alasan ideologis dan ekonomis, buat saya tahun baru hanyalah one of those days. Sama-sama memiliki durasi waktu 24 jam (walaupun dalam sebuah artikel iptek di koran disebutkan bahwa sebenarnya waktu dalam sehari saat ini tidak benar-benar 24 jam, tapi sudah berkurang beberapa mili detik), sama-sama akan berakhir dan berganti menjadi hari yang baru. Dan apabila hari yang baru sudah datang, which is besok, hari ini sudah tidak lagi bermanfaat selain untuk diambil hikmahnya.

Yang berubah apanya?

Secara fisik, untuk saya yang berubah hanya kalender (itupun saya belum punya…*baru inget), atau mungkin sedikit penambahan massa tubuh akibat banyak ngemil dan santai-santai (dengan alasan sakit, sakit tanpa kehilangan nafsu makan :D) sepanjang libur panjang.

Terus mendadak saya ngeri sendiri. Kalau nggak ada yang berubah, artinya saya orang yang merugi… T_T

Berarti harus ada yang berubah. Mau besok judulnya tahun baru atau cuma hari selasa minggu pertama bulan Januari dan akan ada sejumlah uang masuk ke rekening saya :p, tetap harus ada yang berubah. Sebab itulah yang iman saya ajarkan pada saya.

 

“Demi Masa, Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran” (Q.S. Al-‘Ashr)

 

Artinya apa? Kecuali saya beriman, mengejawantahkan keimanan saya dalam perbuatan, mempergauli manusia dalam kebenaran dan dengan benar, juga dalam kesabaran dan dengan sabar; saya hanyalah manusia yang merugi.

So, momen akhir tahun hanya untuk menunggu bergantinya hari dari tanggal 31 Desember 2012 menuju 1 Januari 2013, untuk saya adalah sebuah kesia-siaan. Perubahan sesungguhnya bukan yang ada di kalender, bukan angka 12 yang dilalui oleh jarum jam hanya dalam satu detik; toh dini hari akan tetap datang dan rasanya akan tetap sama kecuali mendadak turun salju di Indonesia. Perubahan yang sebenarnya ada pada seberapa banyak kita bisa berbuat untuk menghabiskan waktu hidup kita yang mungkin tidak seberapa lamanya.

Karena remote control hidup, bukan kita yang menguasainya. Tidak ada tombol pause yang bisa kita andalkan, apalagi tombol rewind. Tidak pula bisa di fast forward. Dalam episode hidup yang berganti-ganti scene dan scenarionya, hanya ada satu tombol STOP, dan selesai sudah hidup kita.🙂

Sampai jumpa di kehidupan yang lain ^^

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s