Tuntutan Jaman dan Tuntunan Tuhan


Gambar

Oki Setiana Dewi. Tidak bijak jika saya menyebutnya idola Muslimah, sedangkan ada Maryam Binti Imran, Khadijah dan Aisyah yang lebih pantas dijadikan idola. Tapi komitmen dan konsistensinya berhijab sesuai tuntunan sangat menginspirasi saya. ^^

Sudah saya katakan pada post sebelumnya, bahwa saya ini lemah sekali terhadap godaan fashion. Sejak kecil saya sudah menyukai pakaian-pakaian bak princess yang roknya mengembang dengan indah. Gaun-gaun cantik yang saat saya kecil, di Semarang, hanya muncul di pusat perbelanjaan menjelang perayaan Natal. Setiap tahun, kedua orang tua saya selalu menjanjikan gaun putri raja tersebut yang harganya waktu itu juga tidak murah. Tapi seringkali keduanya juga mengulur-ulur waktu membelikan saya baju yang dulu saya sebut baju mekrok, baju berupa gaun yang merekah seperti para penghuni kerajaan dongeng dalam buku-buku cerita saya.

Hingga suatu hari saya menolak untuk pulang dari toko sebelum dibelikan baju mekrok. Saya banget deh kalau sudah ada maunya. Keras kepala. Akhirnya Papa Mama menyerah, dan meluluskan keinginan saya memiliki gaun putih berenda sedengkul yang merekah pinggirannya. Rasanya senang sekali. Mendadak saya menjelma menjadi Aurora atau Cinderella yang terperangkap dalam istana (ups, Cinderella nggak terperangkap dalam istana ya… :p) menunggu Pangeran Tampan datang menjemput saya. Sampai sekarang buku “Cerita Harian” Disney yang diterjemahkan itu masih ada, dan saya jadikan kambing hitam karena telah membuat saya berimajinasi tentang putri-putri raja dan bajunya yang cantik. Ah, tapi gadis kecil mana yang tidak suka dengan sosok putri berambut panjang, bermahkota yang baik budinya dan selalu dikelilingi burung-burung, tupai dan tikus (ew..), yang kemudian takdirnya sudah dipastikan menikah dengan Pangeran Tampan?

Anyway, akhirnya bagi saya, belanja baju, sepatu, atau tas itu selalu menarik. Dan topik-topik seputar fashion juga menyenangkan. Perihal ini tidak banyak yang menyangka, saya yang tidak tampak fashionable ternyata menyukai dunia fashion. Beberapa teman yang mampir ke kost-an saya dulu terkejut melihat banyaknya perabotan di meja rias saya.

“Lo dandan juga ya, Shin…”

Hehehe…

Well, tulisan ini sudah ngalor ngidul nggak penting. Sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa godaan fashion itu menerpa diri saya. Selalu. Walaupun dulu hijab saya gondrong, saya tetap memperhatikan komposisi warnanya, hingga hijab saya mengalami pasang surut, perkembangan dan penyusutan :p saya pun nggak bisa lepas dari jerat fashion. Susah banget. Bedanya sekarang saya lebih strict memilih dan memilah pakaian yang akan saya kenakan. Bukan lagi segala kain dipake di kepala. Nggak gampang memang, jujur saja. Tapi, saya memilih mengikuti kata hati saya. Karena hati tidak bisa dibohongi. Saya mungkin berpikir bahwa si X, rekan saya tampak jauh lebih modis dengan hijabnya, stand out in the crowd, dan timbul keinginan untuk meniru, tapi hati saya tidak akan pernah nyaman karena berhijab adalah untuk stand out di hadapan Allah, bukan stand out in the crowd. 

Sewaktu godaan itu datang dan datang lagi, saya terpikir satu hal. 

“Bagaimana jika ini, yang saya kenakan ini, tidak dihitung hijab oleh-Nya? Lalu dimana dan bagaimana nilai diri saya di sisi-Nya?”

“Bagaimana jika di hari akhir kelak, saya tidak dianggap menunaikan kewajiban menutup aurat karena pada dasarnya saya hanya membungkus kepala sesuai selera saya, bukan sesuai selera-Nya? Lalu tahun-tahun dalam hidup saya akan terbuang sia-sia…”

“Lalu apa gunanya saya mengklaim diri menutup aurat jika sejatinya saya tidak dihitung menutup aurat…?”

Dong!!

Bukankah agama ini dihidupkan oleh hati nurani dan akal, atau saya hanya mengikuti hawa nafsu? Jadi, yang mana yang saya pilih untuk menuntun saya?

 

5 thoughts on “Tuntutan Jaman dan Tuntunan Tuhan

  1. walau niat ngga’ “ngejreng” namun jika tetap berbuat yang bisa bikin “ngejreng” pa ngga’ sama aja???🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s