Pada Akhirnya, Ini tentang Akhirnya


Gambar

Bungkus kepalanya boleh berbeda-beda, tapi kepalanya tetap sama-sama sujud pada Pencipta. Gambar ngambil didieu –> http://www.cherwell.org/news/oxford/2011/10/17/ousu-back-muslim-prayer-room

Bukan salafi, PKS, tablighi, HTI, NU atau Muhammadiyah-nya yang dinilai Allah.

Di TV, dulu saya lihat, bagaimana seorang Gito Rollies yang tablighi wafat dengan wajah berseri-seri. Lalu bagaimana ustadzah Yoyoh Yusroh yang PKS juga wafat dalam keadaan tampak begitu bahagia. Dan hari ini, seorang ustadz Jeffri yang tidak sedikit yang “mencibiri”, mendapatkan keistimewaan dishalatkan dan didoakan ribuan orang.

Apa-apa yang saya sebutkan di atas hanyalah kendaraan yang kita pilih untuk meraih ridho-Nya. Bukan stempel jaminan surga. Maka berramahtamahlah terhadap sesama pengguna “jalan”, baik yang berkendara berjama’ah dalam gerakan dakwah, maupun pejalan kaki yang berjalan sendiri.

😉

Salam,

Shinta, Muslimah yang senang naik bermacam-macam kendaraan dan menikmati menjadi pejalan kaki. 

2 thoughts on “Pada Akhirnya, Ini tentang Akhirnya

  1. Memang Allah tdk akan pernah bertanya: “Apa partaimu?” Atau “Dr golongan mana engkau berasal?”

    Melainkan, “Man Robbuka?”
    Krn apapun golongannya, selagi ia tdk menyimpang dr akidah, maka insyaAllah tetap berada pd jalan yg diridhoiNya.

    Maka bersungguh-sungguh bermohon dlm 5 x sehari kita pd Allah, “Tunjukilah kami jalanMu yg lurus, yakni jalan orang-orang yg telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yg sesat lg Engkau murkai”

    Aamiin ya robbal ‘alamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s