Nama Sebuah Rasa


Pernahkah kamu melakukan suatu pekerjaan yang teramat istimewa hingga kamu rasanya ingin menangis karena bahagia? Rasanya seakan seluruh rasa haus terpuaskan hanya dengan melakukannya. Rasanya seperti sepatu kaca bertemu kaki Cinderella:  Bahagia tak terkira.

Saya selalu tahu, bahwa saya bisa mendapatkan rasa itu, salah satunya, ketika saya membaca cerita Rasulullah SAW, berulang-ulang; bahkan jika cerita yang sama dikisahkan lagi oleh orang lain; saya selalu menyukainya. Seperti jarak 14 abad lamanya, diikat dalam mesin waktu bernama sejarah, dan saya bisa berkelana di jaman itu. Membayangkan gersangnya gurun pasir yang tumbuhan enggan bersemi di atasnya, unta-unta yang melenggak-lenggok elegan, dan patung-patung yang mereka jadikan “perhiasan” di dalam Ka’bah dan pelatarannya. Manusia sudah kehilangan pemandunya. Jarak demikian jauh berbilang, dari Nabi Isa AS kepada penutup para nabi, Rasulullah Muhammad SAW memang menjadikan beragama dengan lurus begitu sulit. Bukan tidak ada orang-orang cendikia yang mengimani Allah dan mengikuti risalah Isa AS, atau Musa AS, atau bahkan bertahan sedemikian lamanya menjalankan ajaran Ibrahim AS dan dua puterannya. Namun, rasa butuh akan kedekatan pada Tuhan, menjadikan bangsa Quraisy membuat perantara antara mereka dan Tuhan melalui berhala-berhala. Inilah mungkin, mengapa beriman pada Allah yang tidak terlihat oleh sepasang mata menjadi titik iman paling utama. Meyakini bahwa Allah yang Maha Agung dan Maha Tinggi, juga sekaligus Maha Dekat.  

Di tengah kegersangan hati saya, mengulang kisah Rasulullah SAW seakan hujan dan angin sepoi-sepoi, yang menumbuhkan tunas-tunas tetumbuhan. Mungkin demikian kiranya kehadiran Muhammad Bin Abdullah ke dunia. Orang-orang di bumi Syam bahkan konon bisa melihat seberkas cahaya dari arah Makkah di hari kelahirannya.

Dia, yang teristimewa. Yang akan menutup, menyempurnakan. Melestarikan penyembahan pada Yang Maha Esa, Maha Tunggal. Mengajarkan penyerahan diri seutuhnya pada Tuhan, tiada yang lain selain-Nya.

Rasa itu, entah apa namanya. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s