Saya, yang Usianya 28


 

Tahukah bahwa malaikat mendoakan yang sama untukmu ketika dirimu mendoakan kebaikan untuk saudaramu?

Maka saya yakin, Senin, 24 Maret lalu, keberkahan usia, kelimpahan rizki dan kasih sayang juga bertaburan untuk saudara, karib kerabat serta handai taulan sekalian.

28 tahun yang lalu, ditandai sebagai hari kelahiran saya dari rahim Mama saya. Semoga tidak sedetik pun Mama menyesal pernah melahirkan saya ke dunia. Dan semoga kelak, apabila usia kedua orang tua saya mendahului saya, doa saya dapat menjadi amal yang tidak terputus untuk keduanya…

Diberi kesempatan mengenal dunia selama 28 tahun, banyak hal yang harus saya syukuri. Hal utama yang saya sangat syukuri adalah 28 tahun dalam petunjuk Allah. Allah menitipkan saya pada kedua orang tua saya yang Muslim, yang membesarkan saya dalam ajaran Islam. Therefore, saya tidak perlu meninggalkan kehidupan saya untuk mendapatkan kebenaran. InsyaAllah. Tidak terbayang jika kedua orangtua saya tidak ber-Tuhan, lalu saya harus meninggalkan diri saya hasil “kreasi” kedua orang tua saya yang tidak ber-Tuhan untuk mendapatkan kebenaran, pasti sulit sekali…

Implikasinya banyak sekali. Dibesarkan dalam ajaran Islam, saya belajar tentang “reward” dan “punishment”, saya belajar tentang empati, saya belajar mengasihi, saya belajar menjadi rasional, saya belajar sopan santun, saya belajar bertahan… dan saya belajar untuk terus belajar… karena pada dasarnya ini adalah pelajaran seumur hidup, yang kelak akan saya tuai hasilnya seumur “mati”.

Namun demikian, usia 28 juga berarti 28 tahun menjadi makhluk yang tidak luput dari salah dan lupa. Banyak episode hidup saya yang ingin saya hapus dan saya tulis dengan skenario berbeda. Namun, waktu adalah makhluk yang selalu baru. Saya berharap berapa banyak pun tahun-tahun (atau malah hanya tahun saja-tidak berulang), yang tersisa untuk saya; dapat membawa kebaikan untuk saya sendiri dan semoga juga untuk semesta.

Usia 28 ini, saya belajar menyadari bahwa apa yang baik di mata saya belum tentu baik untuk saya. Kadang, acap kali saya disilaukan dengan apa yang dicapai orang lain dan meminta hal yang sama untuk saya. Padahal ketika Allah memberikan itu semua untuk saya, hati-akal-dan terutama iman saya tidak cukup kuat menanggung semua. Saya ingat salah satu kajian di radio Rodja 756 AM. Di situ dikatakan bahwa semua permintaan kita idealnya tolak ukurnya adalah untuk ibadah kepada Allah. Saat itu, hati saya sedikit “argue”: ‘Lalu sejauh mana kita sebagai hamba-Nya boleh memilih apa yang kita pinta?’. Dan rupanya, ini bukan tentang apa yang kita pinta. Saya yang kurang cerdas mencernanya waktu itu. Ini tentang mengapa kita meminta apa yang kita pinta dan bagaimana. Bukankah pengabulan doa (dan bahkan seluruh perilaku semasa di dunia) juga harus ada akuntabilitasnya. Apabila Allah yang menjadi alasan, menjadi landasan, maka saya yakin Allah pula yang akan menyampaikan kita pada apa yang kita inginkan dan memudahkan kita dalam mengerjakannya juga dalam mempertanggungjawabkannya. Jadi, tolak ukurnya selalu Allah. Allah lagi. Allah saja. Idealnya begitu…

Last, but not least, ada banyak sekali wish list saya yang saya harap akan tercapai (namanya juga wish list). Tapi yang paling penting, saya berharap Allah mengampuni dosa saya… Menjadikan saya seorang Muslimah yang lebih baik, istri yang tidak membuat pasangannya lekas tua, anak yang menyenangkan kedua orangtuanya, saudara yang mengasihi, tetangga yang  tidak menyusahkan, sahabat yang mendekatkan pada-Nya, pengajar yang bisa dijadikan teladan dan bermanfaat ilmunya, dan insyaAllah kelak menjadi ibu yang bisa mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang shalih-shalihah. Aamiin…

Ah, ternyata usia 28 itu complicated sekali…

Terima kasih untuk semuanya, yang menjadikan saya menjadi saya ^__^

Semoga do’a-do’a untuk saya, juga untuk yang mendo’akan ^__^

 

 

 

One thought on “Saya, yang Usianya 28

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s