Cerita tentang Energi


Pertolongan Allah itu cepat dan pasti datang,

Seperti kedipan mata ketika harus berkedip…

(Aidh Al-Qarni)

 

Saya tahu, saat saya lemah, saya menyerap segala macam energi negatif dari sekeliling. Energi negatif yang menjauhkan saya dari petunjuk menuju jalan lurus. Energi negatif yang, jelas, dari setan datangnya. Energi negatif yang memburamkan hati saya dari cahaya kebenaran.

Seperti beberapa minggu terakhir ini. Saat saya dibuat stress dan tertekan oleh energi negatif yang sebenarnya saya buat sendiri. Saya sadar, bahwa saya sedang dalam keadaan “lemah”. Namun, alih-alih berusaha mengusir jauh-jauh kenegatifan yang mengelilingi saya, saya malah merasa “nyaman” dalam derai air mata dan banjir keluhan. Dan seberapa besar pun cara saya untuk berbagi pada orang lain tentang masalah saya, saya merasa tidak satu pun memahami.

Hingga suatu hari, saya terpaksa menghadapi ketakutan saya. Saya hanya ingat berdo’a pendek, “robbisyrohlii sodrii wa yassirlii amrii…” yang artinya “Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku…”. Lalu, ajaib, apa yang awalnya menjadi ketakutan saya berbuah manis. Saya memiliki semangat baru, bukan karena Allah serta merta mengubah keadaan saya, tapi karena Allah mengubah sudut pandang saya dan menjadikan semesta mendukung sudut pandang tersebut.

Ada semangat baru dalam diri saya. Keyakinan bahwa saya berada dalam “jalur yang benar”, dan saya tinggal meneruskan pekerjaan super menantang : konsisten.

Lalu hari ini, Allah menghadiahi saya sebuah pertemuan dengan orang-orang yang diliputi energi positif. Yang ibarat transaksi finansial, serupa dengan perpindahan dana dari satu rekening ke rekening lain secara online. Energi positif itu demikian cepat menular, mengobati hati saya yang masih ada sisa-sisa “luka”-nya.

Sekarang saya paham, mengapa kebaikan dapat berwujud teramat sederhana, hatta ia berupa berwajah manis dan seulas senyum. Karena, sungguh, energi positif itu menular begitu cepat. Ia ibarat pembersih, membersihkan hati yang kotor, dan mengusir energi negatif. Sekarang saya juga paham, mengapa Allah memerintahkan untuk “menambal” keburukan kita dengan banyak kebaikan dan memohon ampunan. Karena Allah, Sang Pemilik Energi, mencintai kebaikan dan orang-orang yang berbuat baik.

Akhir kata, saya ingin mengutip sebuah ayat dalam Al-Quran:

“Karena sesungguhnya, bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada” (Al-Hajj:22)

Wallahu a’lam ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s