Titipan.

Just yesterday, bapak grabbike cerita tentang anak-anaknya. Lalu bertanyalah ia,
“Anak berapa, mba?”

“Saya? Belum punya, pak”

“Baru berapa bulan nikahnya?”

Saya tertawa kecil.
“Udah lama, pak”

Setelah diseling satu atau dua kalimat, di atas jembatan tendean, jalur neraka itu; si bapak berujar,

“Anak itu titipan Allah, mbak. Bukan punya kita. Kalo punya kita, pas Allah ambil, berat. Kalo punya Allah, jadi ga berat, orang cuma titipan.

Karena titipan juga makanya, saya jaga bener, mbak, anak2 saya. Kalo punya sendiri kan biarin aja anak kita mau gimana…”

Bener banget si Bapak. Pelajarannya saya catet, pak, saya sebarkan, agar semua teman saya mengambil pelajaran walaupun buat saya mungkin ga segampang mendengarkan bapak bicara.

Semua hal di dunia ini cuma titipan dari Allah.

Gambar yang belum sempurna ini saya buat sebagai afirmasi diri. Sekaligus kegiatan penghilang penat kalau menunggu suami pulang malam2 (yep, saya ky anak TK, suka menggambar walaupun acakadut dan mewarnai). Mudah2an satu, dua, atau mungkin tiga di antaranya adalah anak saya (siapa tau juga lima2nya :p), sisanya mungkin anak tetangga hehe.. atau.. anak orang lain yang dititipkan ke saya :’)

Karena Allah sesuai prasangka hamba-Nya :’) – at Our Love Nest

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s