Cita-cita


Waktu kecil, saya membayangkan kelak saat dewasa saya akan bekerja di gedung tinggi, megah, di ruang kantor yang mewah. Persis seperti kantor Papa saya.

Tapi, rupanya Allah mengarahkan saya pada jalan yang lain. Sulit untuk saya bisa “betah” pada pekerjaan yang mengekang saya dengan kemegahan dan gengsi.

Cita-cita saya sejak dulu, sesungguhnya tidak pernah berubah banyak. Jurnalis. Ya, sejak dulu saya selalu ingin jadi jurnalis. Meskipun setiap psikotes, baik yang formal maupun psikotes ala-ala di internet selalu disarankan jadi PR. Saya juga heran kenapa. Dan jadi jurnalis pula alasan saya masuk FIKOM, meski akhirnya menyerah pada konformitas keluarga dan akhirnya mengambil jurusan Humas.

Sejak kuliah pula, saya sadar, saya sangat menikmati menjadi pengajar. Sebenarnya mungkin karena saya tipe orang yang “people oriented”, dan pernah menjadi orang yang ekstrovert. Jadi, bertemu dan bicara di depan banyak orang selalu membuat saya berenergi. Semacam, bergelora.

Tapi, akhir-akhir ini, saya ingin menjadi ibu rumah tangga. Ingin identitas utama saya adalah IBU rumah tangga. Walaupun mungkin banyak yang akan mengernyitkan dahi.

Seriously?

Yep.

Saya ingin jadi IBU rumah tangga yang juga dosen. Yang juga penulis. Yang juga membuka sekolah untuk Muslimah cilik dan perpustakaan lengkap dengan pojok dongeng.

Saya ingin jadi IBU rumah tangga yang juga fasih berbahasa Arab dan Perancis. Yang juga punya toko buku. Yang melahap buku2 sejarah di antara pergumulan sapu dan debu.

Saya ingin jadi IBU rumah tangga yang membesarkan anak2 saya dengan tangan saya sendiri. Yang menjadi guru pertama mereka. Yang mengajarkan a-ba-ta-tsa. Yang menyekolahkan mereka di sekolah saya sendiri.

Saya ingin jadi IBU rumah tangga yang sekaligus juga diva dapur. Yang memastikan keluarga saya mendapatkan makanan yang sehat dan lezat.

Saya ingin jadi IBU rumah tangga yang naik haji. Yang juga membuka Jamu On The Go, usaha jamu botolan racikan saya sendiri (ide liar akhir2 ini, akibat sering minum kunyit-madu-jeruk nipis). Siapa tau nanti ada sinetron berseri Ibu Rumah Tangga yang Tukang Jamu Naik Haji.

Well, gitu aja sih.

I wanna be a mother first.

A wife.

And all of the above.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s