Setelah #konmari saya jadi belajar banyak sekali tentang diri sendiri. Dari baju2 yang saya singkirkan, buku2 yang saya (niatnya sih) donasikan; saya belajar jujur pada diri sendiri.

(Apa itu konmari? Coba tanya google)

Dress ala princess, yang bawahnya lebar sampr 3 meter, memang cantik; kalau saya little missy *anak dulu banget* atau princess aurora. Dress A Line sederhana yang longgar ternyata lebih nyaman.

Wedges memang nyaman, tapi kalau yang sole depannya tinggi juga jadi kagok surkagok jalannya. Beauty is pain, they said. But be myself is effortless (Shinta, 2016).

Jadi dosen emang kudu banyak baca buku; tapi kalau baca posmo dan cultural studies bawaannya masuk angin; mendingan beli yang jelas-jelas aja. Jelas2 dibaca: novel. Lagipula, otak saya harus senantiasa dikembalilan ke khittah “kanan” alih2 terus2an berpikir metodologis yang membosankan.

Laluuu, kalau semua bebaju dan bebuku itu bisa diduitin lagi, mgkn saya bisa nyampe lagi ke Mekkah-Madinah.

Ah!

Nite, nite all. Selamat berbenah diri setiap hari (ngemeng sendiri).

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s