Malaysia, Sekali Lagi


Bismillah.

Well, well..

Alhamdulillahi Robbi’l ‘Alamiin, doa saya untuk kembali lagi ke KL dikabulkan Allah.

Jum’at sampai Senin kemarin, saya berkesempatan ke KL lagi. Tapi kali ini berangkat bersama adik dan suami saya.

Jauh-jauh hari saya sudah memikirkan itinerary untuk perjalanan kemarin itu. Maklum, tadinya sepupu saya akan ikut. Jadi, saya akan membawa dua orang anak ABG dalam perjalanan. Kebayang ngga? Dua anak SMP yang lagi… well we all know anak SMP itu gimana. Fase paling menyebalkan dalam hidup seorang anak manusia. Hehehe…

Tapi akhirnya sepupu saya nggak jadi ikut. Jadilah kami hanya pergi bertiga saja.

Belajar dari kesalahan tahun lalu, dimana saya kurang riset, saya sudah mencatat, mem-bookmark, merinci tempat-tempat yang ingin saya kunjungi. I try to be very organized. Tapiiii…

Hari pertama sampai di sana, qadarullah hujan turun dengan derasnya.

Oia, sebelum cerita hujan, saya coba berikan gambaran detailnya yaaa.

Setelah baca2 review di tripadvisor, aplikasi yang memang selalu jadi andalan saya kalau jalan2, saya menambatkan pilihan pada hotel Geo. Nah sebenarnya pas tahun lalu ke KL juga saya sudah “ngincer” hotel ini untuk visitasi berikutnya, meski waktu itu ngga tau kapan ke KL lagi. Hehe.

Saya nggak sengaja menemukan hotel ini waktu jalan2 di sekitar Pasar Seni. Letak hotel ini di jalan Hang Kasturi, dan sangat strategis sekali. Berbintang tiga, hotel Geo “hanya” bertarif 600 ribuan semalam, kamar deluxe dengan balkon plus sarapan (walaupun di sekitar hotel banyak banget jajanan sih). Pelayanan oke, apalagi receptionist cowoknya. Hotelnya dinginnnnnnn banget. Selain itu, hotelnya wangi, amenitiesnya lumayan lengkap. Kamarnya juga lumayan besar meski kamar mandinya kecil. Sarapannya standar sih, malah relatif membosankan. Jadi, mending ngga usah pake sarapan, karena dalam “walking distance” ada banyak ragam sarapan. Mulai dari buah segar, nasi kukus, kedai nasi briyani 24 jam, nasi lemak atau sekedar roti di sevel samping hotel.

Di dalam hotel ada “pengurup wang”, a.k.a money changer, meskipun si abang-nya entah kurang piknik atau kurang kasih sayang 😆. Di gedung yang sama ada Texas Fried Chicken yang buka 24 jam, salon, butik, dan booth jajanan gahol (cupcake dan smoothies) yang juga jualan tiket hop on hop off (mengenai hop on hop off akan dibahas belakangan yaa).

As I mentioned above, lokasi yang strategis adalah nilai plus hotel Geo. Pertama, di depan hotel Geo merupakan pemberhentian Hop On Hop Off. Jalan tiga menit sudah sampai stesyen LRT Pasar Seni. Kalau niat malah bisa jalan ke KL Sentral. Sebrangnya adalah Pasar Seni. Diterusin sedikit ada Masjid Jamek, KL City Gallery (yang lupa saya kunjungi donggg), Dataran Merdeka, Sultan Abdul Samad Building, dan Royal Selangor Club (ga masuk dalam itinerary saya). Ke samping dikit udah Jalan Petaling, Pecinan-nya KL; dan nggak jaun dari situ ada Kuil Shri Mahanariaman dan satu kuil lagi yang saya lupa namanya 😋. Dan di peta sih sebenernya deket juga ke Masjid India, tapi saya tetiba ga pengen ke sana. Hehe… tadinya dimasukin ke itinerary karena Mama saya nitip baju kurung. Dekat Masjid India ada Bazaar Masjid India tempat perhijaban dan baju kurung-an. Mendadak menjelang berangkat, si Mama memutuskan untuk beli kain di Mayestik aja. Hehehe..

Nggak jauh dari hotel ada pangkalan bis GO KL, layanan bus gratis yang sangat layak dan rutenya pas banget melewati KL tower dan bukit bintang. Ber-AC, lebih bagus dari trans jakarta, dan ada pemberitahuan “next stop”. Oia, kalau mau naik Go KL keliling kota *which is very possible* harus diperhatikan jenis “Line”-nya. Ada purple, green, dll yang tulisannya tertera di depan bis. Warnanya sama semua soalnya. Sama2 ungu. Salah2 nanti nyasar kayak saya (cerita insyaAllah menyusul).

Saya berangkat Jumat, flight Garuda Indonesia jam 08.35 kalau ga salah. Sampai di sama jam 12.50, mengurus ini itu sampai jam satu-an. Lalu naik KLIA Express seharga RM 55 yang walaupun mahal tapi cepat sekali sampainya di KL Sentral (around 30 menit). Alternatif lain adalah naik Bis, si Bis nanti akan berhenti di Pudu Raya, lalu lanjut van kecil ke tempat tujuan (ini pengalaman tahun lalu). Sama2 ga repot kok, cuma jangan pake rok lebar melambai2 aja. Nanti nyangkut di eskalator kayak saya tahun lalu. Dan yang pake bis jelas lebih murah, tapi lebih lama sampainya.

Check in hotel resminya baru jam 3. Tapi pas setengah 3 kami sampai, sudah boleh check in sama orang hotelnya di salah satu kamar(pesannya dua kamar). Lumayanlah ngaso2 dan shalat jamak zuhur-ashar.

Itinerary saya sebenarnya ke Batu Cave dulu, tapi sekali lagi, qadarullah; hujan turun dengan derasnya. Jadi kami tidur2an di kamar sebentar, dan nyebrang ke Central Market untuk makan sore. Makannya sebenarnya bukan di Central Marketnya, tapi di sebelahnya. Kedai Yusof Zahir. Juga direkomendasikan oleh Tripadvisor. Rasanya enak. Ayamnya besar tapi ngga ada gajih-nya. Bumbunya meresap.

Karena hujan nggak selesai2, malah makin deras; kami akhirnya berkunjung ke  3D Trick Art Museum yang ada di level 4, gedung bagian belakang Central Market.

Seruuuu banget. Hehe… sebenernya di Jakarta juga udah pernah ada, tapi ya kan, namanya killing time nunggu ujan reda. Ongkos masuknya RM 39 per orang.

Selepas puas foto2 dan liat video augmented reality; kami jajan juice dengan merk Juicee. Letaknya berseberangan dengan Kedai Yusoof Zahir. Harganya menurut saya lumayan mehong, tapi kentel banget. No sugar added. Mengingatkan saya pada jus belakang kampus yang sudah ditinggal penjualnya nge-gojek. Dan, again, they had a good service meski abangnya yang bernama Masud ga bisa berbahasa Melayu.

Jam 8.30, kami naik LRT menuju KL Sentral; lalu melanjutkan Monorail ke Bukit Bintang. Tujuannya adalah Sungei Wang Plaza, karena ada titipan yang harus dibeli di Giant yang letaknya mall tersebut. Sebelum masuk mall, ada kedai Kebab yang mengingatkan saya pada kedai2 kebab di Arab. Plus sepanjang jalan (perasaan saya) isinya toko Timur Tengah dan orang2 Timur Tengah menenteng belanjaan bermerk (bagian ini mungkin khayalan saya). Disitulah saya dan suami menemani adik saya makan kebab ukuran small (nemenin doang, sambil nonton… ceritanya menuju langsing 2016). Small yang Big. Kata adik saya enak; tapi memang gede banget porsinya.

Sampai di Giant sudah menjelang tutup. Isinya banyak orang Indonesia borong oleh2. Saya ikutan dong. Hehe.. beli cokelat2an, Ahmad Tea edisi biasa dan kapulaga (ngga tau apa istimewanya, cuma mungkin karena namanya Ahmad jadi terdengar lebih syariah 😄😄😄), lipton hazelnut milk tea (cuma bisa ngebayangin doang), dan bumbu kari bermerk Babas.

Pulangnya sudah sangat malam. Saya sempet2nya ngambek karena merasa kecapekan. Minta naik taksi tapi nggak dikasih sama suami saya yang maunya naik monorail.

Sampai di KL Sentral sudah jam 11.00. LRT sudah nggak beroperasi lagi. Pas lagi culang cileung nyari taksi, lewat Rapid KL jurusan Pasar Seni. Dengan membayar seringgit, kami sampai di hotel. Plus merasakan sensasi “roller coaster” karena supirnya ngebut dan kami bertiga berdiri di dekat supir.

Sampai di hotel, jelas dong, saya dan adik saya langsung tidur ngga pake mandi. Ngga tau suami saya kayaknya masih ngopi2 di balkon kamar sebelah (ceritanya lagi pisah kamar).

So our first day was tiring but fun! *meski dengan sedikit manyun di tengah keramaian*

One thought on “Malaysia, Sekali Lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s