Barisan Mantan. (Te)Man (se)Tan.


Sudahlah.

Cukup sebait doa untukmu. Ya, sebait. Tidak lebih. Aku tidak rela menyebut-nyebutmu di hadapan Tuhanku. Cih.

Jadi, kiranya engkau menemukan kebahagiaan, cinta yang utuh tanpa perlu menoleh lagi ke belakang.

Iya, kamu. Kamu yang nggak lulus mata kuliah malu. Nggak usah tengok-tengok ke belakang. Laki2 yang kamu tengokin itu suamiku!

Oia, ngomong2, tentangmu dan polahmu yang kurang rasa malu,

Sudah aku ceritakan pada Tuhanku.

2 thoughts on “Barisan Mantan. (Te)Man (se)Tan.

  1. Pingback: Comment on Barisan Mantan. (Te)Man (se)Tan. by Emy | WriteOn Garden

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s