Places I Need to See: Masjid Huaisheng Guangzhou


#placesineedtosee

Masjid Huaisheng, Guangzhou

Kalau berteman dengan saya cukup lama dan cukup dekat, mungkin tahu atau pernah dengar saya cerita bahwa nenek buyut saya turunan Tiong Hoa. Meskipun saya terlalu “butek” untuk terlihat “Cina”, tapi setidaknya mata sipit dan kulit kuning menitis pada kakak dan papa saya.

Ini mungkin salah satu yang mendasari kenapa saya sangat ingin menyambangi masjid yang satu ini.

Meski tidak ada catatan sejarah yang valid, tapi beberapa sumber menyebut bahwa masjid huaisheng adalah masjid tertua di China. Masjid itu pula yang menjadi saksi sampainya dakwah Islam di negeri yang pernah disebut sebagai Negeri Tirai Bambu tersebut. Konon, yang membangun adalah pamanda Rasulullah SAW, Sa’ad Bin Abi Waqqash (ra). Banyak juga yang meyakini bahwa makam yang ada di masjid tersebut adalah makam beliau.

Masjid Saad Bin Abi Waqqash, demikian masjid itu kerap disebut karena sejarahnya yang terkait dengan Saad Bin abi Waqqash.

Dalam salah satu tayangan NGC, saya pernah mendengar bahwa Guang Zhou adalah kota perdagangan (dan masih sampai sekarang) yang menjadi pintu masuknya Islam ke China. Kaisar China saat itu, yang saya lupa siapa namanya, memang tidak langsung memeluk Islam karena dalam Islam banyak aturan yang ia tidak bisa berkomitmen terhadapnya. Namun, ia mengizinkan para pedagang dari Timur Tengah untuk berdakwah di China. Hubungan antara kekaisaran China dengan Islam pun terjalin amat baik. Secara ekonomi, para pedagang Muslim dr Timur tengah menjadi perantara barang2 Timur jauh kepada bangsa Eropa. Kertas, adalah salah satu contoh produk China yang diperkenalkan kepada bangsa Eropa melalui pedagang muslim timur tengah*cmiiw*. Secara politik, sejarah mencatat, sultan India mengutus Ibnu Batutah, the Muslim Explorer, who rarely exposed, untuk menjadi semacam duta besar kesultanan India untuk Kekaisaran China.

Masih panjang dan banyak sekali sejarah Islam di China yang bisa menghabiskan baterai kalau saya jabarkan semua.

Yang jelas, bangsa China memeluk Islam jauh sebelum masyarakat Nusantara (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei dan sekitarnya). Bahkan, bangsa China berjasa besar menyebarkan Islam bagi ummat Islam Nusantara.

Ma Huan, sejarawan China yang catatannya banyak dijadikan referensi kedatangan bangsa China ke Asia Tenggara, adalah seorang Muslim yang kalau tidak salah ikut serta dalam rombongan Laksamana Cheng Ho. Marga “Ma” merupakan marga yang menunjukkan identitas Islam seorang China.

Konon “Ma” diambil dari kata Muhammad.🙂 *entahlah, menuliskan ini membuat saya terharu*

*demi post yang lebih bermakna*

Gambar nyomot di hijupblogger.tumblr.com

View on Path

One thought on “Places I Need to See: Masjid Huaisheng Guangzhou

  1. Pingback: WriteOn Garden

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s