Behind That Open Door


“Shinta itu kelihatannya seperti pintu yang terbuka, tapi di balik pintu yang terbuka itu ada pintu lagi yang tertutup” (Someone, around 2005)

 

Saya sering melakukan tes MBTI. Hasilnya berubah-ubah. Tapi, jeleknya sampai hari ini saya tidak pernah benar-benar membaca deskripsinya. Baca sih, tapi sekadarnya. Asal tau aja. Saya ingat dapet hasil ENFP, lalu INFP, lalu ENFJ. Yang pasti saya tipe NF, this one never change I guess. Intuitive-Feelings. Ada batas tipis antara Extrovert dan Introvert dan sangat tipis antara Perceiving dan Judging.

Lalu hari ini saya membaca karakteristik ENFJ. And  I was wow-ed. Ini yang paling mirip, almost 95% accurate, dengan kepribadian saya. Ternyata saya bukan orang aneh. Ternyata di dunia ini ada orang2 semacam saya…

Membacanya seperti merasa….dimengerti. (ngebaca hasil personality test aja baper…)

Jadi I spent hours reading what and how’s ENFJ personality. Most of the times saya ter-awww on how true it is. Yang paling bener sih yang… what makes ENFJ angry dan how ENFJs flirts😉.

Seru banget mempelajari dan mendalami tentang diri kita sendiri. Setidaknya untuk saya, saya jadi paham apa kelemahan saya dan bagaimana saya harus menyikapinya.

Untuk tesnya silahkan cari sendiri dengan keyword MBTI 16 Personalities Test ya. Nah, sisa tulisan ini, I will talk about ME. Me-Me-Me-Me. Don’t tell me I didn’t warn you ya.

Some Facts About Me and My ENFJ-ness:

  1. I love people. In fact, I have a huge tendency to be a people pleaser, then I get too confused, frustrated and exhausted to please people that I need sometime to be alone.
  2. I will tell you what you want to hear. I can be straight forward, but most of the times, saya mengatur kata-kata agar tidak menyakiti perasaan yang mendengar. Most of the times. So you know, kalau saya sudah sangat straight forward, you’re in big trouble. Di kelas, biasanya, anak2 berisik, ribut, rese; akan saya pindahkan ke depan dengan alasan, “Saya akan lebih bahagia kalau kamu duduk di dekat saya”. Tapi anak-anak yang disrespectful, saya persilahkan duduk di luar kelas.
  3. I know how it feels to be special, so I want to make sure that others feel that too.
  4. I love talking. A lot. If I don’t have anyone to talk to, OR I feel like none will understand, OR I’m afraid people will not agree with me, I write. So, yes. I write. A Lot. (actually I write for other reasons too).
  5. Walaupun saya tampak tidak multitasking, tapi saya berusaha mengerjakan semua peran saya dengan baik. Buat saya, tidak boleh ada yang “dikalahkan”. Saya bahkan membuat to-do list untuk semua peran-peran saya. Jadi, punya diary atau jurnal atau sekedar buku gambar is a must buat saya.
  6. I didn’t mean to flirt, really.
  7. I plan things. And I wanna keep things as I planned.
  8. Saya bisa uring-uringan kalau tata letak rumah saya berubah, atau bergeser. Meski sedikit.
  9. I may not remember where I put my keys, my socks, my watch, my other things; but I remember your name, your hobbies, your date of birth, your favorite color, (I used to remember my friends’ phone numbers, both homes and cellphones), your thoughts, your words, your moods. Beberapa orang, sejak SD, mengira saya bisa meramal. Saya bahkan seringkali bisa menebak ini tulisan siapa, sebelum melihat siapa yang menulis.
  10. I analyze your choice of words, your voice tones, your gestures and I…waste my time thinking about it. Baik itu pesan yang ditujukan ke saya, atau ke orang lain. Saya pernah nangis diam2…karena tahu someone I love, someone close to me, tersakiti hatinya, sedangkan dia berusaha tegar dan orang lain nggak ada yang sadar. Oh, people, please…show a little empathy!
  11. I cry way too much. Both in joy and sorrow😀
  12. I truly want you to be happy🙂
  13. I can be very manipulative…….
  14. I like rules and SOPs. Dan saya, mostly, beneran menjalankan SOPs. I hate it when there’s no detailed rules or SOPs.
  15. Idealist is my middle name.
  16. Saya senang mengatur rumah, dan tata letak. Tapi saya butuh waktu melakukan itu… So, in the mean time, excuse the mess.
  17. Saya bisa stress kalau kerja tanpa otoritas dan penuh dikte. Rasanya seperti merendahkan intelektualitas dan kapabilitas saya. Saya cukup independen, butuh otonomi serta kebebasan berpikir.
  18. I need supervision to confirm I’m doing the right thing.
  19. Setiap saya “meledak”, saya akan menyesal setelahnya. Saya yang marah, saya yang minta maaf. It’s complicated…
  20. I try not to care. But this’s something I’m bad at.

There. Itulah fakta2 tentang saya. Nggak penting? Ngga apa2, saya juga nggak nulis ini supaya kelihatan penting. Saya nulis ini supaya saya mengerti tentang diri saya sendiri, and I think you should too🙂

Sisi plus bangetnya setelah saya membaca detail ENFJ, pilihan pekerjaan yang cocok, dan lain-lain, saya bersyukur banget sama Allah dipertemukan dengan pekerjaan dan segala hal yang saya kerjakan sekarang. It’s amazing how Allah planned things for me. Betapa Allah sudah memilihkan yang sesuai dengan saya. Match every single detail of me.

Alhamdulillah.

Kita mungkin berpikir bahwa pasangan, orang tua, atau sahabat kita adalah orang yang paling tahu tentang kita. Tapi, ternyata tidak. Allah-lah yang Lebih Tahu. Bahkan dari diri kita sendiri. He’s The All Knowing, All Understanding❤❤❤

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s