Kisah Si Anak Lanang


WhatsApp Image 2017-08-03 at 7.18.24 PM

Mereka memanggilku Lanang. Perawakanku yang kecil seringkali membuatku diremehkan orang. Pakaianku kerap compang camping. Belum lagi aroma yang keluar dari tubuhku tidaklah sedap.

Sehari-hari, aku hanya menunggu takdir-Nya atas diriku di sudut-sudut pasar bersama Yuk Maryam, ibu angkatku. Beruntung, meskipun aku tidak menarik dipandang mata, tapi aku punya Yuk Maryam yang tidak lelah mendo’akanku siang malam.

Kadang kulihat perempuan muda berparas ayu melintas di hadapanku. Ingin aku menyapa, sekadar berkenalan. Tapi, mungkin Tuhan menakdirkanku selamanya melajang.

Tidak banyak yang tahu, di balik wujudku yang kecil dan tidak lucu; aku punya kekuatan super.

Eh, sebentar, Oma Liem datang. Aku ingin menyapanya dulu.

“Halo, Oma,” sapaku.

Oma Liem memandangku sepintas. Senyumnya mengembang.

“Beli apa, Oma? Jeruk nipis?” Yuk Maryam menegur Oma.

Oma Liem tampak cantik seperti biasanya. Walaupun usianya sudah 70 tahun, tapi tubuhnya terlihat bugar. Kulit kuningnya tampak bersih. Yang paling aku sukai dari Oma Liem adalah caranya menata rambutnya. Ia tidak pernah lupa menyisipkan jepit berbunga merah jambu di sela-sela rambut abu-abu sebahunya.

“Biasa, Mar,” ucap Oma Liem.

Yuk Maryam sudah hafal dengan kebiasaan Oma Liem: tiga buah jeruk nipis, dua buah bawang bombay, dan…

Oma mengedarkan pandangannya. Inilah saat yang aku tunggu-tunggu. Apakah Oma akan memilihku untuk dibawa pulang? Ayolah Oma, pilih aku. Pilih aku. Aku janji akan menjadi anak baik. Aku akan membantu merawat jantung Oma yang pernah hampir di-bypass dan menyembuhkan sinusitis Oma. Wajah Oma yang awet muda, aku nanti yang akan membantu menjaganya tetap demikian. Oh iya, mata Oma. Aku yang juga akan membantu agar Oma bisa tetap membaca koran pagi tanpa kesulitan. Lalu, kalau Oma terlalu banyak makan, aku juga bisa membantu menghancurkan lemak membandel. Walaupun aku bukan sabun pencuci piring. Dengan izin Tuhanku, aku punya kekuatan super itu, Oma. Aku adalah obat dari 70 penyakit. I’m the man, Oma.

“Lanang jangan lupa, Mar,” Oma mengingatkan Yuk Maryam.

Aku melonjak kegirangan. I knew it!

“Sebelas tho?,” Yuk Maryam bertanya retoris. Ia mengangkat tubuhku dan saudara-saudaraku.

“Rahasia awet mudanya Oma ya?” ujarnya seraya menyerahkan bungkusan berisi barang-barang belanjaan Oma Liem.

“Iya, Mar. Kamu sudah coba resep yang aku kasih untuk asam uratmu kan?” Oma Liem ganti menyerahkan sejumlah uang.

Yuk Maryam mengangguk sambil mencari kembalian di tas pinggangnya.

“Sudah. Alhamdulillah, disangrai seperti kata Oma, baunya nggak terlalu tercium. Pedasnya juga sudah hilang. Malah enak, seperti makan kacang. Saya jadi ngemil bawang lanang,”

“Kembalinya ambil aja, Mar,” Oma menolak uang kembalian yang disodorkan Yuk Maryam.

“Makasih, Oma. Sehat-sehat terus ya,” Yuk Maryam melepasku dan Oma.

Semakin jauh Oma membawaku, suara Yuk Maryam semakin sayup-sayup terdengar.

“Bawang Lanangnya, Bu. Murah aja. Obat asam urat, darah tinggi, kolesterol…”

Sebelum terlupa, aku ingin mengucapkan terima kasih telah membaca kisahku yang diikutkan dalam tantangan #OneDayOnePost  dari Blogger Muslimah Indonesia. Aku senang bisa membocorkan rahasia kekuatan superku. Benarlah bahwa Allah, Tuhanku, tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Aku harap, kamu yang membaca kisahku sehat selalu seperti Oma Liem yaaa.

***

Alhamdulillah, si Lanang sudah bermanfaat bagi Oma Liem. Bagi yang ingin juga merasakan manfaat bawang Lanang ini, berikut adalah resep yang saya gunakan (walaupun saya lebih suka resep yang lain) dan rutin dikonsumsi suami saya.

WhatsApp Image 2017-08-03 at 7.02.56 PM

Proses pembuatan ramuan bawang tunggal

11 siung bawang tunggal (atau sering disebut bawang lanang, yang lalu jadi inspirasi tulisan ini)

3 buah jeruk nipis

2 buah bawang bombay

Cuci bersih, dan blender (termasuk kulit dan biji jeruk nipis…)

Jangan lupa disimpan di kulkas. Konsumsi satu sendok teh pagi saat perut kosong, dan satu sendok teh di malam hari. Bagi yang punya maag, walaupun banyak yang bilang sembuh sakit maag-nya dengan konsumsi ini, tapi sebaiknya konsumsi setelah makan ya.

Reaksi yang dihasilkan tubuh berbeda-beda. Ada yang faeces-nya hitam dan lengket, ada pula yang seperti saya, belekan.

Resep ini saya peroleh dari seorang tante yang berhasil menurunkan berat badan menggunakan ramuan itu. Suami saya juga turun banyak sekali berat badannya dengan menggunakan ramuan itu, alhamdulillah. Bi iznillah.

Resep lainnya yang lebih friendly dan nyunnah, adalah dengan men-sangrai sejumlah bawang tunggal hingga baunya tidak terlalu tajam. Simpan dalam mason jar atau tempat apapun, dan bawang lanang si anak tunggal siap disantap dan dinikmati khasiatnya, insyaAllah. Agar lebih awet, simpan di kulkas ya. Asam urat Papa saya, alhamdulillah turun dengan cara ini. Bi iznillah.

Bawang tunggal sekarang juga mulai populer lho di negara-negara barat. Apalagi seiring dengan meningkatnya ayurvedic medication dan semangat kembali pada bahan-bahan alam.

Selamat mencoba 😉

p.s. Resep di atas tidak ada landasan medisnya ya. Konon ini resep dari seorang sinshe. Saya hanya sekadar berbagi apa yang manfaatnya sudah dirasakan keluarga saya. Apabila punya masalah medis yang lebih serius, sila berkonsultasi dengan dokter atau herbalis.

*

 

Advertisements

12 thoughts on “Kisah Si Anak Lanang

  1. Cara berceritanya cantik ih. Senang banget bacanya.
    Aku belum pernah coba resep ini, biasanya bawang putih cuma aku kupas dan taruh begitu saja di ruangan, katanya bagus untuk menyembuhkan flu. Katanya juga Ratu Elizabeth pun selalu menaruh bawang putih di sudut kamarnya, dan itu rahasia kesehatannya. Memang banyak manfaatnya bawang putih ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s