Lima Hal Yang Membuat Saya Bahagia


Sebenarnya ada banyak hal yang membuat saya bahagia. Meminimalisirnya menjadi hanya lima memang rasanya jadi terlalu sedikit. Tapi, demi konsistensi menulis di blog, saya akan mencoba memilih lima hal yang membuat saya bahagia.

1. Hari Gajian

Pas banget hari ini, alhamdulillah (suami) saya gajian. Hehe. Hari gajian bagi karyawan dan istrinya adalah salah satu hari paling membahagiakan dalam sebulan. Apalagi dibayarkannya pas banget menjelang liburan panjaaang sekali. Alhamdulillah.

2. Snickers

Saya suka banget makan Snickers. Sukanya juga baru beberapa bulan terakhir aja. Ceritanya, saya lagi liburan sama suami dan mertua, yang ternyata bertepatan sangat dengan tanggal PMS. Uh. Tahu dong rasanya? Cepet capek, bete, dan ngidam yang manis-manis. Kebetulan saya lagi males makan waktu PMS menyerang, dan saya beradu pandang dengan si Snickers di sebuah toko kelontong. So, why not? Dalil perempuan PMS adalah: Mereka selalu benar. Termasuk makan Snickers di saat cita-cita luhurnya mau kurus. And yes, Snickers make me happy.

3. Wangi-wangian

Saya sampai pernah jualan parfum saking saya sukanya sama parfum. Walaupun saya sering nggak pake parfum kalau keluar, atau pake tapi dalam jumlah sedikit; tapi koleksi parfum saya sebenarnya banyak.

Menurut saya, wangi-wangian itu mood booster banget. Nggak hanya parfum, tapi juga bentuk wangi-wangian lain seperti essential oil.

Essential oil favorit saya adalah lemongrass, alias sereh. Wanginya menenangkan banget, bikin cepet tidur (boleh dicoba buat yg insomnia), bikin gampang bangun juga. Si minyak sereh ini bahkan semacam must have item di rumah saya.

4. Jeruk

Keluarga saya selalu mengidentikkan saya dengan buah yang kaya akan vitamin C ini. Iya sih, saya memang suka banget jeruk. Sejak kecil, sampai sekarang jeruk selalu menjadi buah favorit saya. Rasanya yang asem manis, apalagi kalau dingin, itu surga dunia banget.

5. Pagi Hari

Sebenarnya setelah saya observasi, saya nggak 100 persen morning person sebagaimana yang selama ini saya klaim. Biasanya abis Ashar saya mulai ‘On’ lagi ngerjain apa-apa setelah dari Dhuha sampai sebelum Ashar saya menurut produktivitasnya.

Tapi, saya ingat pepatah Arab tentang waktu. Waktu berkata, aku adalah makhluk yang baru (ini pepatah Arab versi saya, jadi arab maklum). Dan pagi hari adalah saat dimana sang makhluk baru ini tampak cemerlang sekali.

Kadang, apabila matahari sudah masuk ke peraduannya, saya tidak sabar menunggu pagi. Rasanya, di pagi hari, segalanya jadi nol lagi. Dan kita selalu bisa mengawali hari itu dengan tekad untuk memperbaiki diri yang lalu.

Again, hal-hal yang membuat saya bahagia itu banyak sekali. Kadang ngeliat daun jatuh dari pohon, atau bulan purnama aja rasanya hati saya senang. Secara teori sih, katanya orang yang pernah merasakan kesedihan mendalam akan lebih memaknai hal-hal kecil.

Namun, saya meyakini bahwa bahagia itu masalah persepsi. Apabila kita terbiasa mensyukuri hal-hal kecil dan sederhana, sesungguhnya kita sedang mengkondisikan diri untuk selalu bahagia.

Bukan saya yang ngegombal, Allah sendiri yang bilang di Al-Quran. Jika kita bersyukur, maka Allah akan tambahkan nikmat-Nya kepada kita.

Sekian, dan selamat berbahagia 😊.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s