Finally, Bali

 

Akhirnya, meski segala cara saya tempuh demi menghindari transisi kulit saya ke arah yang lebih eksotis, saya harus menyerah.

Alhamdulillah. Hitam-nya kulit saya worthy. Pagi2 buta, berangkat dari Seminyak ke Pantai Lovina. Melalui jalan gelap gulita, selama kurang lebih satu setengah jam akhirnya sampai juga di Singaraja. Tepat saat waktu Shubuh, Allah Sebaik-baik Perencana, nemu Masjid besar di pinggir jalan. Padahal tadinya sudah pesimis dan ngebayangin bakal Sholat Shubuh di atm pom bensin πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†. Dan ternyata di daerah sini, there are plenty of masjids.

Passss banget saya menginjakkan kaki di masjid, azan dari HP saya bunyi. Nggak lama, muazin masjidnya azan. Jamaahnya cuma satu shaf, tp bacaan Quran imam-nya…. masyaAllah :”)

Ga jauh dari situ, saya diajak driver selama di Bali ketemu Pak Komang, yang punya cottage a.k.a guest house. Letak rumahnya harus masuk gang dulu. Tapi, surprise, surprise… Judulnya bolehΒ guest house, tapiΒ guess what? begitu ke dalemnya, guest house-nya pak komang ini punya kolam renang, cafe daaaaan letaknya persis di pinggir pantai.

Beuh, kalo kata boss saya mah.

So, jam setengah 6, saya suami dan 4 orang turis asing lain naik perahu buat…

Nonton Lumba-lumba!

Perlu se-jam-an deh sampai akhirnya we stopped at some point bersama perahu2 lain. Nggak lama muncul kawanan lumba2 pada lulumpatan. πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ³πŸ‹πŸ³πŸ‹πŸ³πŸ‹

Asli, alhamdulillaaaaah banget. Masya Allah… if God’s willing tuh yaaa..

Cerita lengkapnya insyaAllah akan di-upload soon di blog sayah *ehm*. Bukan gaya backpacker sih travelling kali ini. Gaya istri yang rada pelit dan menolak “feminisme” dalam hal ini 😜😜😜. *ngarti kan yaa..*

Stay tune *sok banget guweeeh* ❀

View on Path

Advertisements

Barisan Mantan. (Te)Man (se)Tan.

Sudahlah.

Cukup sebait doa untukmu. Ya, sebait. Tidak lebih. Aku tidak rela menyebut-nyebutmu di hadapan Tuhanku. Cih.

Jadi, kiranya engkau menemukan kebahagiaan, cinta yang utuh tanpa perlu menoleh lagi ke belakang.

Iya, kamu. Kamu yang nggak lulus mata kuliah malu. Nggak usah tengok-tengok ke belakang. Laki2 yang kamu tengokin itu suamiku!

Oia, ngomong2, tentangmu dan polahmu yang kurang rasa malu,

Sudah aku ceritakan pada Tuhanku.